Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Menangis Haru di Hadapan Seskab Teddy
Kunjungan persiapan MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Kabupaten Tangerang pada Sabtu (8/8/2026) dipenuhi suasana haru, terutama saat Siti Yuliana, orang tua siswa, mengungkapkan rasa syukurnya. Program Sekolah Rakyat, gagasan Presiden Prabowo, menawarkan pendidikan gratis berbasis asrama bagi anak-anak kurang mampu.
Siti Yuliana, seorang ibu rumah tangga asal kawasan pesisir Jakarta Utara, tak kuasa menahan air matanya di hadapan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono pada Sabtu (8/8/2026).
Suaranya bergetar saat ia mengungkapkan keterbatasan ekonomi keluarganya, di mana sang suami hanya bekerja sebagai buruh harian lepas. Kondisi ini sempat mengancam impian putrinya, Putri Nurdiyanah, untuk melanjutkan sekolah.
Sebuah keputusan besar diambil Yuliana saat menyatukan ikhlas dan harapan untuk mengizinkan sang putri tinggal di asrama. “Saya ridho anak saya diasramakan dengan bimbingan guru dan wali asrama,” ucap Yuliana mantap.
Momen haru ini terekam di ruang makan Gedung Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Banten, saat kunjungan persiapan seremoni Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 (SRT) Kabupaten Tangerang.
MPLS di Sekolah Rakyat bukan sekadar seremoni, melainkan titik balik bagi puluhan anak dari keluarga kurang mampu yang kini siap menatap masa depan baru. Keteguhan hati Yuliana menjadi cerminan dari jawaban atas kebijakan transformatif yang diusung Kemensos di bawah kepemimpinan Gus Ipul.
Program ini tidak sekadar memberikan fasilitas belajar gratis, melainkan menghadirkan pendekatan terpadu berbasis asrama (boarding school) selama 24 jam. Tujuannya adalah untuk memulihkan, mendidik, dan membangun karakter anak-anak dari kelompok paling rentan.
“Sekolah Rakyat adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo yang untuk pertama kalinya diselenggarakan sejak Indonesia merdeka, dimana Sekolah Rakyat ini diperuntukkan bagi keluarga-keluarga yang paling tidak mampu, yang selama ini belum terbawa oleh pembangunan,” urai Gus Ipul.
Kebijakan ini memutus stigma pendidikan berkualitas yang kerap sulit diakses masyarakat miskin. Melalui model sekolah berasrama, siswa tidak hanya menerima pendidikan kurikulum formal di pagi hari, tetapi juga pendampingan karakter, etika, dan kebiasaan hidup positif hingga malam hari.
Bukti keberhasilan program mulai terlihat nyata. Misfan Nazriel Faturrahman, siswa asal Kabupaten Bekasi yang dulunya memiliki keterbatasan membaca, kini tampil percaya diri sebagai Master of Ceremony (MC) menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang fasih.
Anak-anak yang sebelumnya tidak lancar membaca saat masuk kelas 1 SMA, kini mampu menunjukkan lompatan prestasi yang luar biasa. Sebagai langkah nyata komitmen Kemensos bersama pemerintah pusat dan daerah, skema gotong royong diterapkan secara masif.
Pemerintah daerah (Gubernur, Bupati, dan Wali Kota) memfasilitasi penyediaan lahan, sementara pembangunan fisik permanen dikerjakan oleh Kementerian PU menggunakan APBN. Target program ini pun ambisius.
Pada tahap pertama, akan dibangun 100 titik Sekolah Rakyat permanen yang ditargetkan tuntas sepenuhnya tahun ini. Selanjutnya, per Oktober 2026, Presiden akan menambah 100 titik lagi, di mana setiap titik sekolah permanen mampu menampung siswa.
Poin Penting
Orang tua siswa Sekolah Rakyat, Siti Yuliana, mengungkapkan keharuan atas kesempatan pendidikan gratis bagi putrinya di hadapan Seskab Teddy Indra Wijaya dan Mensos Saifullah Yusuf.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 di Kabupaten Tangerang menerapkan sistem pendidikan berasrama 24 jam untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa Sekolah Rakyat adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo untuk membantu keluarga paling tidak mampu.
Program ini menargetkan pembangunan 100 titik permanen tahun ini dan penambahan 100 titik lagi per Oktober 2026, dengan skema gotong royong antara pemerintah pusat dan daerah.
Bukti keberhasilan program terlihat dari peningkatan prestasi siswa, seperti Misfan Nazriel Faturrahman yang kini fasih berbahasa Inggris dan Indonesia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis berbasis asrama (boarding school) yang diselenggarakan selama 24 jam. Program ini bertujuan untuk memulihkan, mendidik, dan membangun karakter anak-anak dari kelompok paling rentan.
Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung dari Presiden Prabowo dan untuk pertama kalinya diselenggarakan sejak Indonesia merdeka. Program ini diperuntukkan bagi keluarga-keluarga yang paling tidak mampu.
Pada tahap pertama, akan dibangun 100 titik Sekolah Rakyat permanen yang ditargetkan tuntas sepenuhnya tahun ini. Per Oktober 2026, Presiden akan menambah 100 titik lagi.
Pemerintah daerah (Gubernur, Bupati, dan Wali Kota) memfasilitasi penyediaan lahan, sementara pembangunan fisik permanen dikerjakan oleh Kementerian PU menggunakan APBN.
Apa dampak program Sekolah Rakyat terhadap pendidikan?
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan bahwa program ini memutus stigma pendidikan berkualitas yang kerap sulit diakses masyarakat miskin dengan menghadirkan pendekatan terpadu berbasis asrama.
