Sabtu, 08 Agt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Berita
Berita

Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Menangis Haru di Hadapan Seskab Teddy dan Mensos Gus Ipul

✍️ test 🕒 08 Aug 2026 👁️ 3x dibaca
Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Menangis Haru di Hadapan Seskab Teddy dan Mensos Gus Ipul
Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Menangis Haru di Hadapan Seskab Teddy dan Mensos Gus Ipul Foto: Detik News

Siti Yuliana, seorang ibu rumah tangga dari kawasan pesisir Jakarta Utara, tak kuasa menahan air matanya di hadapan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Momen haru ini terjadi saat kunjungan persiapan seremoni Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 (SRT) Kabupaten Tangerang.

Ruang makan Gedung Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Banten, menjadi saksi tawa bahagia dan isak haru tersebut. MPLS di Sekolah Rakyat ini menandai titik balik bagi puluhan anak dari keluarga kurang mampu yang kini menatap masa depan baru.

Yuliana, yang suaminya bekerja sebagai buruh harian lepas, mengungkapkan keterbatasan ekonomi keluarganya sempat mengancam impian putrinya, Putri Nurdiyanah, untuk melanjutkan sekolah. Dengan keteguhan hati, ia mengizinkan putrinya tinggal di asrama. "Saya ridho anak saya diasramakan dengan bimbingan guru dan wali asrama," ucap Yuliana mantap.

Keteguhan hati orang tua siswa Sekolah Rakyat ini mencerminkan keberhasilan kebijakan transformatif Kementerian Sosial (Kemensos) di bawah kepemimpinan Gus Ipul. Kebijakan ini tidak hanya menyediakan fasilitas belajar gratis, tetapi juga menerapkan pendekatan terpadu berbasis asrama (boarding school) selama 24 jam. Tujuannya adalah untuk memulihkan, mendidik, dan membangun karakter anak-anak dari kelompok paling rentan.

Gus Ipul menjelaskan, "Sekolah Rakyat adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo yang untuk pertama kalinya diselenggarakan sejak Indonesia merdeka, di mana Sekolah Rakyat ini diperuntukkan bagi keluarga-keluarga yang paling tidak mampu, yang selama ini belum terbawa oleh pembangunan." Kebijakan ini bertujuan memutus stigma bahwa pendidikan berkualitas sulit diakses masyarakat miskin.

Melalui model sekolah berasrama, siswa menerima pendidikan kurikulum formal di pagi hari, serta pendampingan karakter, etika, dan kebiasaan hidup positif hingga malam hari. Bukti keberhasilannya terlihat pada Misfan Nazriel Faturrahman, siswa asal Kabupaten Bekasi, yang dulunya memiliki keterbatasan membaca. Kini, Misfan tampil percaya diri sebagai Master of Ceremony (MC) menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang fasih. Anak-anak yang sebelumnya tidak lancar membaca saat masuk kelas 1 SMA, kini menunjukkan lompatan prestasi yang luar biasa.

Kemensos bersama pemerintah pusat dan daerah menerapkan skema gotong royong secara masif untuk program ini. Pemerintah daerah, termasuk Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, memfasilitasi penyediaan lahan. Sementara itu, pembangunan fisik permanen dikerjakan oleh Kementerian PU menggunakan APBN.

Target program ini cukup ambisius. Pada tahap pertama, akan dibangun 100 titik Sekolah Rakyat permanen yang ditargetkan tuntas sepenuhnya tahun ini. Selanjutnya, per Oktober 2026, Presiden akan menambah 100 titik lagi, di mana setiap titik sekolah permanen mampu menampung banyak siswa.

T
testPemimpin Redaksi
Bagaimana menurut Anda? Klik bintang untuk memberi nilai
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update