PKS Dukung Prabowo Rekrut Profesional, PDIP, Hak Prerogatif Presiden
Di tengah isu perombakan kabinet pasca 17 Agustus, PKS menyuarakan dukungan agar Presiden Prabowo Subianto mengutamakan kapasitas dan integritas dalam merekrut pejabat, bahkan dari kalangan non-partai. PDIP menyatakan hal itu kewenangan penuh presiden.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS, Mardani Ali Sera, mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk merekrut orang baru di kabinetnya yang memiliki kapasitas mumpuni, tanpa harus berasal dari partai politik. Pernyataan ini muncul di tengah kabar berembus mengenai perombakan atau reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo setelah 17 Agustus 2026.
Mardani Ali Sera menyampaikan kepada wartawan pada Minggu, 9 Agustus 2026, bahwa keputusan reshuffle adalah hak prerogatif presiden, namun sistem merit perlu menjadi pertimbangan utama. Ia menekankan pentingnya reformasi birokrasi yang "miskin struktur dan kaya fungsi" dalam pemerintahan.
Menurut Mardani, Presiden Prabowo memiliki tugas berat, mengingat hasil dari sejumlah survei belakangan ini yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah mengalami penurunan. Oleh karena itu, ia mendukung jika pemerintah merekrut orang baru di Kabinet Merah Putih.
Mardani Ali Sera menambahkan, prioritas harus diberikan kepada seseorang yang memiliki integritas dan kapasitas yang dikenal publik. "Kalau perlu profesional, tidak harus orang partai. Ada banyak anak bangsa yang berkualitas," ujarnya.
Menanggapi isu tersebut, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menyebut bahwa keputusan reshuffle kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden. Andreas menyampaikan hal itu kepada wartawan pada Senin, 10 Agustus 2026.
Andreas juga menegaskan bahwa perlu atau tidaknya perombakan kabinet, termasuk siapa yang perlu diganti dan siapa yang akan menggantikan, adalah kewenangan penuh Presiden Prabowo.
Informasi yang diterima detikcom pada Sabtu, 8 Agustus 2026, menyebutkan bahwa reshuffle kabinet akan bersifat kecil-kecilan. Kocok ulang kabinet ini disebut-sebut hanya akan mengisi jabatan yang saat ini kosong.
